Sandy Sasmita

“Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. ” 2 Korintus 4:6

Ketika kita belum mengenal Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidup kita, kita hidup di dalam kegelapan. Pada waktu itu, mungkin kita sehat-sehat saja secara jasmani dan menjalani hidup dengan baik, tapi secara rohani kita mati di hadapan Tuhan. Komunikasi dengan Tuhan terputus akibat dosa manusia. Oleh karena itulah Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus semua dosa manusia, agar kita semua dapat beroleh keselamatan dan hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Hidup kita dipulihkan di hadapan Tuhan.

Pada saat Yesus menjamah hati kita dan kita dapat melihat karya Yesus yang luar biasa dan kebesaran Allah kita di alam semesta ini. Mata hati kita diubahkan sehingga dapat melihat hal-hal rohani yang sebelumnya tidak pernah kita lihat dan alami. Itulah saat kita mengalami kelahiran baru di dalam Yesus, itulah yang dinamakan Yesus lahir di dalam hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi proses kehidupan tidak berhenti saat itu saja. Kita boleh bersyukur bahwa kita telah menerima Yesus dalam hidup kita, tetapi kita tidak boleh berhenti di titik tersebut. Masih banyak bagian dari hidup kita yang harus diubahkan seturut dengan Firman Tuhan.

.

Dari Kegelapan

Kehidupan manusia yang belum mengenal Kristus adalah kehidupan dalam kegelapan dimana dosa menguasai hidup manusia oleh karena dosa yang diperbuat oleh Adam dan Hawa. Dosa turunan ini terbawa terus oleh setiap keturunan manusia yang mengakibatkan terputusnya hubungan dengan Allah. Tetapi melalui karya Kristus hubungan manusia dengan Allah dipulihkan sehingga umatNya dapat memanggilNya “ya Abba, ya Bapa”.

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya ” Mazmur 8:4-7
*courtesy of PelitaHidup.com
Manusia adalah mahluk yang paling beruntung di muka bumi ini. Pemazmur menggambarkan manusia dibandingkan dengan ciptaan Tuhan lainnya, dimana manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bulan dan bintang-bintang di langit. Semua ciptaanNya di alam semesta ini begitu luar biasa besarnya, sehingga manusia tidak ada artinya jika disetarakan dengan seluruh ciptaan Tuhan. Oleh sebab itu penebusan dosa bagi manusia merupakan kasih karunia Allah yang begitu luar biasa. Penebusan dosa merupakan pemberian/hadiah bagi umat manusia.

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa” Mazmur 40:3a

Tuhan tidak lagi mengingat-ingat kesalahan yang pernah kita lakukan ketika belum mengenal Dia. Tuhan mengangkat kita dari manusia yang tidak berharga dan tidak layak untuk bertemu denganNya, bahkan seharusnya menerima hukuman yang kekal, menjadi manusia yang berharga di hadapanNya dan mendapatkan kehidupan yang kekal bersama dengan Dia. Tuhan menjadikan manusia layak untuk berdiri di hadapanNya. Ini sungguh merupakan anugerah terbesar yang dapat kita terima selama hidup kita.

.

Perjumpaan dengan Allah
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika Tuhan bekerja dalam hidup seseorang, maka Tuhan akan menjamah seluruh kehidupannya. Dia akan membuat mata rohani kita melihat hal-hal sorgawi yang sebelumnya belum pernah kita lihat. Bahkan Dia akan membawa kita untuk mengalami mujizat demi mujizat dalam langkah hidup kita.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” ” Kisah Para Rasul 9:3-4

Saulus adalah orang yang selalu mengejar orang-orang Kristen untuk ditangkap, dianiaya dan bahkan dibunuh. Ketika dalam suatu perjalanan ke Damsyik, Tuhan menampakkan diriNya melalui suatu cahaya dari langit yang memancar begitu terangnya sehingga Saulus rebah ke tanah. Saulus mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah. Sejak perjumpaan tersebut kehidupan Saulus benar-benar diubahkan. Saulus yang namanya berubah menjadi Paulus dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa sebagai rasulNya. Banyak jiwa-jiwa dimenangkan bagi Tuhan melalui pelayanan Paulus. Sebagian besar surat dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Paulus. Paulus memberikan teladan yang luar biasa bagi umat Tuhan. Dan sampai saat ini kita juga dapat belajar melalui kehidupan Paulus yang begitu luar biasa.

Setiap manusia harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah. Baik yang belum mengenal Kristus, sehingga mereka dapat mengenal dan memahami betapa besar karya Kristus bagi hidup manusia, hingga bagi umat Tuhan dalam kehidupannya mengiring Yesus. Hari demi hari harus dilalui dengan perjumpaan dengan Allah karena melalui perjumpaan denganNya maka hidup kita akan diubahkan menjadi seturut dengan kehendakNya.

Melalui perjumpaan denganNya-lah kita dapat mengerti kehendak dan rencanaNya bagi hidup kita pribadi lepas pribadi. Melalui perjumpaan denganNya-lah Tuhan mengalirkan kasih dan kuasaNya agar dapat bekerja dalam kehidupan kita, sehingga kita menjadi umat yang diberkati dan bahkan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Melalui perjumpaan denganNya-lah Tuhan memakai kehidupan kita menjadi saksiNya bagi dunia yang masih hidup dalam kegelapan.

Perjumpaan dengan Allah akan mengubahkan keseluruhan hidup kita sehingga nama Tuhan akan dimuliakan melalui hidup kita.